Arief Rohman Kembali Pimpin Pagar Nusa Jawa Tengah, Konferwil IV Tekankan Konsolidasi dan Pembenahan Organisasi

 

BLORA — Dr. H. Arief Rohman, M.Si. kembali dipercaya memimpin Pimpinan Wilayah Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jawa Tengah setelah terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) IV yang berlangsung di Pendopo Bupati Blora, Minggu (18/10/2026).

Konferensi yang didahului rangkaian prakonferensi pada Sabtu (17/10/2026) tersebut diikuti perwakilan 35 pimpinan cabang se-Jawa Tengah. Selain menjadi forum pergantian kepemimpinan, Konferwil IV menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi dan perumusan kebijakan strategis untuk masa khidmat 2026–2031.

Kembalinya Arief Rohman memimpin Pagar Nusa Jawa Tengah menempatkan konsolidasi organisasi sebagai salah satu agenda utama. Penguatan koordinasi antartingkatan kepengurusan, penataan administrasi, pengembangan kader, serta peningkatan prestasi pencak silat menjadi bagian dari perhatian organisasi.

“Kesolidan adalah modal utama untuk memajukan Pagar Nusa Jawa Tengah,” ujar Arief sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan seusai konferensi.

Dalam arahannya, Arief juga mengemukakan pentingnya memperkuat pembinaan rayon Pagar Nusa di perguruan tinggi melalui koordinasi tingkat wilayah. Gagasan tersebut disertai usulan penugasan unsur pimpinan yang secara khusus menangani pengembangan Pagar Nusa di lingkungan kampus.

Selain itu, mengemuka gagasan keterwakilan unsur karesidenan dalam struktur wakil ketua pimpinan wilayah untuk memperkuat jangkauan koordinasi dan efektivitas pembinaan cabang.

Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola

Konferwil IV membahas agenda organisasi melalui tiga komisi yang merumuskan arah pengembangan Pagar Nusa. Pembahasan mencakup penguatan struktur, standardisasi kaderisasi, pembinaan prestasi, serta penataan kelembagaan dan tata kelola organisasi.

Salah satu persoalan yang memperoleh perhatian ialah hubungan kelembagaan antara Pagar Nusa dan perguruan pencak silat yang menyatakan afiliasi dengannya. Penataan tersebut dipandang perlu untuk memastikan kesesuaian administrasi, kejelasan status kelembagaan, dan kepatuhan terhadap peraturan organisasi, tanpa menghilangkan kekhasan tradisi masing-masing perguruan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, dalam pengarahannya menekankan pentingnya soliditas, loyalitas, dan tertib organisasi. Menurut dia, pertumbuhan jumlah anggota harus diimbangi dengan kualitas pengelolaan, penguatan disiplin, dan tanggung jawab kader terhadap masyarakat.

Nabil juga menyampaikan pengembangan sistem administrasi digital e-Pagar Nusa yang dirancang untuk mengintegrasikan data keanggotaan, layanan administrasi, korespondensi, serta sejumlah kebutuhan organisasi lainnya.

Di bidang penguatan sumber daya manusia, Pagar Nusa turut menjajaki perluasan akses Pendidikan Khusus Profesi Advokat bagi 2.000 kader. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi profesional sekaligus memperluas kapasitas pengabdian anggota.

Perhatian terhadap standardisasi juga diberikan kepada Pasukan Inti (PASTI) Pagar Nusa. Pembentukan personel melalui pendidikan dan latihan dasar atau Diktama ditegaskan sebagai bagian dari upaya memastikan kecakapan, kedisiplinan, dan kesiapan kader menjalankan tanggung jawab organisasi.

Forum turut mencatat sejumlah gagasan pengembangan tata kelola, antara lain sistem distribusi atribut resmi berbasis identitas keanggotaan, penguatan tertib keuangan, serta wacana mekanisme pemilihan kepemimpinan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Gagasan-gagasan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sesuai peraturan dan mekanisme organisasi.

Merawat Tradisi, Memperluas Pengabdian

Dalam rangkaian konferensi, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, Dr. H. Agus Riyanto, menekankan fungsi Konferwil sebagai wahana konsolidasi sekaligus penguatan jati diri Pagar Nusa sebagai organisasi pencak silat yang lahir dan berkembang dalam bimbingan para ulama Nahdlatul Ulama.

Ia mendorong perluasan pembinaan Pagar Nusa di lingkungan pendidikan, khususnya sekolah dan perguruan tinggi dalam jaringan pendidikan Ma'arif NU. Penguasaan keterampilan bela diri, menurut arah pengembangan yang disampaikan, perlu berjalan seiring dengan pembinaan spiritualitas dan karakter.

Pesan serupa disampaikan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidillah Shodaqoh. Ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan spiritual antara pendekar dan para kiai sebagai bagian dari pembentukan akhlak serta penguatan tradisi keilmuan Pagar Nusa.

Silaturahmi kepada ulama, sikap tawadhu, dan penghayatan nilai-nilai keagamaan dipandang sebagai unsur penting dalam pendidikan karakter anggota. Dengan demikian, kemampuan bela diri tidak semata-mata diarahkan pada penguasaan keterampilan fisik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang berakhlak dan memiliki tanggung jawab sosial.

Dalam kerangka tersebut, pengembangan Pagar Nusa menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi keilmuan pencak silat, pembinaan prestasi olahraga, dan penyesuaian tata kelola terhadap kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

Menindaklanjuti Hasil Konferwil

Hasil Konferwil IV diharapkan menjadi landasan kerja kepengurusan Pagar Nusa Jawa Tengah untuk lima tahun mendatang. Namun, efektivitasnya akan bergantung pada kemampuan menerjemahkan rumusan persidangan menjadi program yang memiliki sasaran, pembagian kewenangan, dan mekanisme evaluasi yang jelas.

Penataan struktur kepengurusan, penguatan koordinasi dengan pimpinan cabang, pengembangan sistem administrasi, serta pembinaan anggota menjadi sejumlah pekerjaan yang perlu ditindaklanjuti.

Terpilihnya kembali Arief Rohman secara aklamasi sekaligus menandai kesinambungan kepemimpinan Pagar Nusa Jawa Tengah. Di tengah perkembangan organisasi dan bertambahnya kebutuhan kader, Konferwil IV mempertemukan dua agenda yang saling berkaitan: merawat tradisi pencak silat pesantren dan membangun organisasi yang semakin tertib, profesional, serta berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut Konferwil IV, Pagar Nusa Jawa Tengah Bersiap Rumuskan Arah Organisasi Lima Tahun Mendatang