Sambut Konferwil IV, Pagar Nusa Jawa Tengah Bersiap Rumuskan Arah Organisasi Lima Tahun Mendatang
SEMARANG — Pimpinan Wilayah Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jawa Tengah bersiap menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) IV di Kabupaten Blora, pada 17–18 Oktober 2026. Forum permusyawaratan tertinggi di tingkat provinsi tersebut menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus penentuan arah kebijakan organisasi untuk masa khidmat 2026–2031.
Konferwil IV tidak hanya mengagendakan pemilihan ketua pimpinan wilayah, tetapi juga membahas pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026, merumuskan program kerja, serta menyusun rekomendasi strategis bagi pengembangan organisasi Pagar Nusa di Jawa Tengah.
Berdasarkan surat keputusan Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Tengah Nomor 0040/PW/N/A-1/A-I/VII/2026 tertanggal 16 Juli 2026, kepanitiaan Konferwil IV dipimpin A. Zainal Muttaqin sebagai ketua pelaksana. Sementara itu, kepengurusan Pagar Nusa Jawa Tengah periode 2021–2026 berada di bawah kepemimpinan Dr. H. Arief Rohman.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung di sejumlah lokasi, antara lain Gedung PCNU Blora, Masjid Agung Blora, dan Pendopo Kabupaten Blora.
Diawali Kegiatan Keagamaan dan Sidang Komisi
Konferwil IV dirancang memadukan agenda permusyawaratan organisasi dengan tradisi spiritual Nahdlatul Ulama.
Berdasarkan susunan acara panitia, kegiatan dimulai pada Sabtu (17/10/2026) dengan registrasi delegasi pimpinan cabang se-Jawa Tengah. Pada malam hari, peserta dijadwalkan mengikuti pembacaan Yasin dan tahlil, khataman Al-Qur'an, serta sidang komisi yang membahas sejumlah bidang strategis organisasi.
Rangkaian kegiatan juga mencakup ziarah ke makam Sunan Pojok, qiyamullail, dan mujahadah sebagai bagian dari tradisi keagamaan yang menyertai forum permusyawaratan tersebut.
Sementara itu, pembukaan Konferwil IV dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026) di Pendopo Kabupaten Blora. Agenda pembukaan meliputi penampilan seni pencak silat, laporan kepengurusan wilayah, sambutan para pemangku kepentingan, serta pembinaan organisasi.
Panitia juga mengagendakan sidang pleno untuk membahas tata tertib, pengesahan hasil sidang komisi, laporan pertanggungjawaban, dan pemilihan ketua pimpinan wilayah periode berikutnya.
Konsolidasi Organisasi dan Regenerasi Kepemimpinan
Konferwil IV menjadi forum penting bagi Pagar Nusa Jawa Tengah untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan dari tingkat wilayah hingga cabang.
Mengacu pada Peraturan Organisasi Pagar Nusa hasil Rapat Kerja Nasional 2024, Konferensi Wilayah diselenggarakan dengan melibatkan utusan pimpinan cabang dan dipimpin oleh Pimpinan Pusat Pagar Nusa. Setiap pimpinan cabang yang memenuhi persyaratan administratif memiliki satu hak suara dalam permusyawaratan.
Mekanisme tersebut menegaskan kedudukan Konferwil sebagai forum pengambilan keputusan organisasi yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan kelembagaan, bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan.
Selain memilih kepengurusan baru, forum ini diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan penguatan kaderisasi, pembinaan atlet dan pelatih, pengembangan seni bela diri, serta peningkatan tata kelola organisasi.
Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, Pagar Nusa mengemban tanggung jawab dalam pelestarian dan pengembangan seni bela diri pencak silat, penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, keberhasilan Konferwil IV tidak semata-mata diukur dari terpilihnya ketua baru, tetapi juga dari kualitas keputusan dan kesinambungan program yang dihasilkan.
Blora Bersiap Menyambut Delegasi
Persiapan penyelenggaraan terus dikoordinasikan antara panitia wilayah dan panitia lokal di Kabupaten Blora.
Dalam rapat koordinasi pada 9 Oktober 2026, panitia membahas kesiapan tempat persidangan, akomodasi peserta, transportasi, perangkat persidangan, serta pengamanan kegiatan.
Panitia lokal juga menyiapkan dukungan Pasukan Inti (PASTI) Pagar Nusa dan koordinasi dengan unsur pengamanan lainnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Konferwil.
Keterlibatan pengurus dan kader dari berbagai tingkatan diharapkan memperkuat semangat kebersamaan dalam menyukseskan forum lima tahunan tersebut.
Konferwil IV sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali jati diri Pagar Nusa sebagai organisasi yang memadukan pendidikan bela diri, pembentukan karakter, tradisi kepesantrenan, dan pengabdian kepada bangsa.
Di tengah tantangan pembinaan generasi muda dan perkembangan organisasi, Konferwil IV di Blora menjadi kesempatan bagi Pagar Nusa Jawa Tengah untuk mengevaluasi perjalanan lima tahun terakhir dan menetapkan prioritas pengabdian lima tahun mendatang.

Mantap.. Semoga terlaksana dengan baik dan hasil maksud.. Aamiin ..pagar nusa jaya Jawa Tengah Solid, berprestasi dan profesional.
BalasHapus